CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sabtu, 20 Februari 2010

EMAS MURNI

Berdiri pada pinggiran sunset yang mengantar aku pada malam hari memberikan satu pertanda hari telah gelap, dimana aku harus memulai kejadian rutin yang tak berujung terjadi di malam tiap waktunya. Berpikir untuk bisa terus mempunyai emas menjaga dan menyimpan emas murni yang berharga. Namun, ketika emas itu hilang entah kemana hanya bisa berusaha mencari emas itu kembali, jeritan yang terhalang lelah mencari menunjukan bahwa kita telah jatuh. airmata jernih bak mutiara yang jatuh dari kelopaknya tak sanggup tertahan. emas itu hilang dan keikhlasan adalah tombak utama yang harus terus bertahan, Sulit !
Tuhan, dimana emas murniku? Cahaya malam yang setia menemani dalam derasnya airmata disetiap malam kapan berakhir, disaat semua orang bisa terus bersama emasnya. Aku diselimuti kekuatan untuk terus melanjutkan pencarian demi melihat keindahan kembali emas murniku. Mahal memang pantas disanjung setiap emas yang indah.
Bertumpu sendiri dalam pagar yang tajam tak membuat semua berakhir. Keyakinan layaknya doa pasti akan terselubung disetiap transparan kesabaran. Tuhan itu adil !
Amanat sebuah senyuman larut dalam darah jiwa, yang menemani disetiap sela usaha. Ketika rintih hujan jatuh, tak luput menghalangi pencarian, anggaplah semua seruan Tuhan, terimakasih Tuhan.
Takhiraukan, bentuk kekurangan emas itu, asalkan emas itu kembali. berharap kemurnian emas itu terus ada. Berjanji, suatu saat emas itu ditemukan. Menjaganya adalah keutamaan dari emas itu. Tak ingin emas itu berkarat kembali tetap dalam kadar gram kemurniannya.
Doa setia mengayunkan pada setiap kenyamanan sama seperti hidup.
Terus berjuang mencari tujuan pencarian emas itu kembali mencari kenyamanan hidup yang sesungguhnya.
Tuhan terus mengayomi, amin


by: hanum

0 komentar: